1. Cuaca Tidak Menentu
Kalibrasi musim tanam tradisional sudah tidak relevan. Sistem kami memberikan rekomendasi waktu tanam dan peringatan dini berbasis 20+ parameter cuaca mikro.
Tanimur hadir sebagai sahabat digital petani nusantara. Kami menggabungkan data cuaca, harga pasar, AI rekomendasi, dan pembiayaan berbagi hasil agar petani bisa mengambil keputusan tepat, meminimalkan risiko, serta meningkatkan pendapatan secara berkelanjutan.
Petani Indonesia menghadapi cuaca yang tak menentu, harga pasar yang bergejolak, dan akses modal yang terbatas. Berdasarkan studi lapangan serta data Kementan, lebih dari 30% panen gagal, harga komoditas bisa turun hingga 500%, dan 70% petani bergantung pada rentenir. Tanimur dibangun untuk memutus siklus ini dengan pendekatan berbasis data.
Kalibrasi musim tanam tradisional sudah tidak relevan. Sistem kami memberikan rekomendasi waktu tanam dan peringatan dini berbasis 20+ parameter cuaca mikro.
Harga cabai bisa turun dari Rp80.000 ke Rp12.000/kg hanya dalam beberapa minggu. Kami menyediakan insight pasar real-time dan perencanaan tanam terkoordinasi.
70% petani masih mengakses modal dari rentenir dengan bunga 5-10% per bulan. Skema bagi hasil Tanimur menyediakan modal cepat tanpa agunan.
Kami mengombinasikan empat pilar utama untuk mengubah pertanian menjadi profesi yang layak dan menguntungkan.
Membuka akses data cuaca, harga, permintaan, dan edukasi dalam format sederhana: dashboard, pesan WhatsApp, dan voice note berbahasa lokal.
Algoritma Tanimur menganalisis tanah, cuaca, dan tren pasar untuk memberi rekomendasi komoditas, jadwal tanam, dan tindakan mitigasi risiko.
Model profit sharing yang transparan tanpa bunga. Verifikasi panen berbasis computer vision membuat investor yakin dan petani merasa aman.
Menghubungkan petani langsung ke pembeli besar, memperkuat koperasi, dan menyediakan mekanisme tawar-menawar kolektif.
Kami menargetkan dampak ekonomi dan sosial yang terukur. Berikut indikator utama yang menjadi kompas kami.
Riset mendalam, perancangan arsitektur sistem, dan validasi masalah di 5 provinsi.
MVP: layanan AI rekomendasi, pasar & cuaca, dashboard admin, aplikasi Android versi awal.
Integrasi pembiayaan bagi hasil, verifikasi panen berbasis AI, dan portal pemerintah.
Sesi pilot dengan koperasi pangan, ekspansi ke 10 kabupaten, dan implementasi monitoring biaya GCP.
Skala nasional: integrasi IoT, marketplace hasil panen, model asuransi cuaca, dan jaringan logistik.